SIMPLE LOVE PART 1

Pagi itu, Klofa dengan riang memasuki kelas 12IPS-1. Dia terlihat senang karena hari ini adalah hari pertama masuk ajaran baru, tetapi yang berbeda adalah Klofa berstatus pacar seseorang yang merupakan pangeran di sekolahnya. Pangeran itu menyandang status yang tidak kalah hebatnya, sudah ganteng, dia juga merupakan perwakilan olimpiade Sains di sekolahnya. Walaupun mereka berbeda jurusan, Klofa sebenarnya sudah mengenal pangerannya tersebut sejak SMP. Klofa hampir 3 tahun bersama dengannya, dan saat SMA pun dia tidak menyangka akan satu sekolah lagi dengannya. Entah sejak kapan Klofa menyadari perasaannya kepada pangeran yang satu ini, mungkin sejak Klofa selalu memandanginya dengan ditemani temannya. Tentu saja, Klofa tidak mau dianggap terlalu over dalam mengejar mangsanya. Sampai suatu hari pada bulan Januari, sang pangeran Klofa ini mendekatinya dan tiba-tiba menembaknya. Dengan tanpa pikir ulang, Klofa langsung menerimanya dengan senang hati. 
 
“Hoi! Senang banget sih… iya deh gue tau, lo gak perlu bilang kalau lo jadian sama si Rei itu,” kata cewek berambut pendek tersebut.
 
“Ih, Flora… tau aja! Suka ngegosip juga lo ya?” Tanya Klofa.
 
“Eh, kalau gue suka gosip lo suka apa?”  Tanya Flora balik.
 
“Suka Rei dong!” Ledek Klofa, Flora langsung menjitaknya dengan kesal.
 
Flora Huromi, sahabat yang paling dipercaya Klofa dan yang paling dekat dengannya. Flora memang berambut pendek tapi jangan salah sangka dulu. Percaya tidak percaya, Flora lebih feminim daripada Klofa yang berambut panjang. Flora selalu membeli dan mengoleksi apapun yang menurut dia menarik, terkadang Klofa harus mengingatkannya untuk tidak membeli barang-barang yang tidak penting. Bila ditanya Flora sudah punya pacar atau tidak, jawabannya tidak. Mantan? Wah, itu sangat banyak sekali sekitar hampir 20-an. Jangan salah juga, Flora bukan playgirl, dia merupakan gadis setia pada pacarnya. Sayangnya, Flora bila sekali putus langsung cepat untuk suka pada orang lain. Klofa sampai pusing memikirnya dan hampir tidak peduli lagi. Sampai suatu hari, Flora sampai saat ini tidak pacaran lagi dan Klofa tidak mau menanyakannya. Toh Klofa pikir, suatu saat pasti akan ada seseorang pria untuk sahabatnya tersebut.
                                                                    //                                                                                 
 
Saat istirahat, Klofa seperti biasa menunggu pangerannya datang menjemputnya. Sedangkan Flora sudah hilang tidak tahu kemana. Sambil menunggu, Klofa memainkan twitternya untuk menulis sesuatu ataupun melihat tweet yang berjalan di timelinenya. Klofa mendapatkan message dari seseorang yang tidak dikenalnya, dengan kening berkerut Flora membuka message tersebut. Dan alangkah kagetnya…. dia mendapatkan kiriman foto. Yang terpampang jelas bahwa itu Flora dan pangerannya. Klofa heran, tetapi tidak ingin berpikir macam-macam. Klofa menutup hpnya dan melesat menuju kelas pangerannya 12IPA-1. Klofa memandang kelas itu dan mencari-cari sosok pangeranya, tetapi tetap tidak Klofa temukan. Klofa langsung mengsms pacarnya tersebut tetapi tetap tidak ada jawaban hingga Klofa meneleponnya.
 
“Halo…” suara perempuan diseberang sana.
 
Deg!
 
Refleks, Klofa menutup telepon tersebut. Itu suara perempuan… seperti Flora, kata Klofa dalam hati. Klofa benar-benar tidak menyangka… mengapa Flora dan Rei tega mengkhianatinya? Mata Klofa hendak berkaca-kaca, tetapi dihapus air matanya tersebut. Klofa berlari menuju kelasnya  dan berhenti. Mata Klofa menangkap dua bayangan seseorang di taman yang sangat ia kenal sedang tertawa dengan senangnya. Mata Klofa melebar, tidak tahan dengan yang dilihatnya. Dia berlari lagi dan tidak sengaja menabrak seorang laki-laki, buku yang dibawa laki-laki itu berserakan dilantai. Klofa membantu membereskan buku dan meminta maaf kepada laki-laki tersebut, Klofa langsung berlari lagi. Klofa Tidak sadar bahwa laki-laki yang ditabraknya tersebut memerhatikannya hingga Klofa tidak terlihat lagi olehnya.
bersambung….
Advertisements

corat-coret

halo^^

salam kenal, nama saya Nurul Wafim. saya baru menggunakan wordpress jadi masih belum mengerti sekali. saya seorang calon penulis yang ingin menulis dengan segenap kemampuan saya 🙂

jadilah orang-orang yang menjadi saksi dari setiap cerita yang saya buat. hidup menyenangkan orang lain lebih baik daripada kita hanya berdiam diri meihat dan tidak berbuat apa-apa.

 

with love,

Nurul Wafim